October 26th, 2008
Anda pasti sudah tau dengan perkembangan film Hollywood, film-film yang diproduksi oleh Amerika ini telah merajai dunia dengan cepat dan menjadi industri yang ikut serta dalam pembangunan negaranya. Dengan gaya film yang dituangkan berhasil mencangkup keinginan masyarakat dunia, berlomba untuk bisa menonton film-film yang telah rilis untuk mengetahui isi cerita, dan mereka berhasil menciptakan penonton hidup dalam dunia film yang mereka tonton.
Hal ini memang tidak untuk semua film yang telah diproduksi oleh mereka. Dengan adanya krisis moneter yang melanda Amerika, sebenarnya menambah kekhawatiran mereka dengan invasi film-film mereka di Asia.
Dengan pangsa pasar film yang sudah harus menunggu, alias antri di jajaran film Bollywood yang berkembang di negerinya sendiri, India sampai beberapa negara Asia lainnya yang juga menggemari film ini. Dari cara mereka yang menarik dengan melempar stir ke film drama percintaan, dari film-film action, membawa mereka menjadi pasar film yang juga diperhitungan, awal kesuksesan yang manis, ketika film Kuch Kuch Hota Hai yang mengharu biru, berhasil membuat image film Bollywood berubah dan berhasil juga menjadi totonan wajib bagi Inggris yang menjadi sasaran film-film Bollywood untuk lokasi film mereka.
Penuhnya »
Posted in Curhatan dan Ulasan, Film, Warna Islam | 3 Comments »
October 13th, 2008
Siapa sangka berdasarkan kisah yang dipaparkan oleh Andrea Hirata yang sangat mengagumi Bu Muslimah, menjadikannya penulis novel paling disorot saat ini, buah karya yang dihasilkannya, Laskar Pelangi merupakan novel paling fenomenal, hingga Riri Riza bersedia mengangkatnya ke layar kaca. Walaupun ada hal-hal yang masih dianggap kurang dari apa yang diangkat, tapi perlu kita acungi jempol, setidaknya film juga tidak bisa menterjemahkan isi novel secara keseluruhan, dimana satu rol filmpun tidak akan memuat seluruh isi cerita dalam novel tersebut bukan?
Cuplikan Film:
Penuhnya »
Posted in Curhatan dan Ulasan, Film, Warna Islam | Gak ada yang komen »
September 28th, 2008
Satu lagi film yang diangkat dari novel yang telah menjadi best seller dan fenomenal dari Andrea Hirata, menggambarkan kehidupan pelik anak-anak miskin Belitung yang terus menggantungkan cita-citanya lewat pendidikan murah di sebuah SD Muhammadiyah Belitong, sekolah Islam pertama dan satu-satunya di salah satu kota terkaya di Indonesia.
Laskar Pelangi merupakan pencerminan sebuah perjuangan anak-anak miskin yang ingin tetap mewujudkan mimpinya menjadi nyata, bersama membangun image sekolah mereka kembali yang tidak pernah ada adik-adik kelas mereka sejak kesepuluh anak paling mengagumkan itu telah menyelamatkan sekolah tersebut yang terancam di tutup, Harun, seorang anak yang telah menjadi anak paling berjasa karena telah membuat sembilan anak lainnya tidak kecewa untuk kembali pulang dengan harapan yang kandas untuk sekolah.
Penuhnya »
Posted in Curhatan dan Ulasan, Film, Warna Islam | Gak ada yang komen »
September 22nd, 2008
Industri perfilman kita makin mengeliat, tapi seperti yang saya ulas di artikel saya yang lalu, fenomena perfilman sepertinya balik ke era jaman Warkop yang doyan menghumbar aurat dan gaya hidup perkotaan dengan aroma HARAM yang kuat.
Fenomena dunia malah mulai meninggalkan itu, dengan dunia IT yang semakin berkembang, film-film dunia menggunakan teknologi ini dengan baik, bahkan menampilkannya secara visual dengan baik dan pas. Ingat bagaimana cerita tentang Die Hard 4.0, yang hampir membuat saya sangat shock, bagaimana film ini betul-betul menonjolkan begitu pentingnya teknologi dalam kehidupan manusia, dibandingkan film-film yang mengungkapkan tentang drama konyol, berbalut komedi cinta yang norak dan menghumbar aurat, tapi UPS, hal ini tak bisa kita pungkiri masih menjadi LEVEL 1 dari jajaran film di Indonesia.
Penuhnya »
Posted in Curhatan dan Ulasan, Film, Warna Islam | 1 Komentar »
September 11th, 2008
Sinetron, ladang uang untuk para pelakon di industri televisi di Indonesia, bahkan sinetronpun sudah ada yang di export ke luar negeri, walau terbilang tidak merambah jauh ke belahan dunia tertentu, hanya negara tetangga, yaitu Malaysia, tapi dibalik itu semua, hanya segelintir saja yang menyukai sinetron, siapa mereka, tak lain dan tak bukan adalah ibu-ibu rumah tangga.
Tetapi kemudian sinetron ini menjadi lebih marak dan memenuhi setiap sudut televisi disaat yang bisa dikatakan "WAKTU STRATEGIS" untuk ditayangkan, tetapi kemudian keragamannya tidak seperti dulu, semua berpusat pada suatu garis yang sama, KEKAYAAN, DENGKI, IRI HATI dan KEJAHATAN. Fenomena apa ini, apa karena sebagian PH yang memproduksi sinetron berasal dari negeri Taj Mahal yang memang memiliki garis cerita film yang notabeni sama dengan apa yang diterapkan di negeri tercinta ini.
Penuhnya »
Posted in Curhatan dan Ulasan, Film, Warna Islam | Gak ada yang komen »