Ternyata berbuat baik itu sulit
Monday, January 28th, 2008Kadang nyebelin kalau misalnya kita berbuat baik sama orang, niatnya baik untuk membantu teman yang sedang binggung karena webnya tidak jalan akibat suspen dari pihak resellernya yang ternyata belum bayar, karena udah keluar dari kantor yang lama, tentunya saya tidak bisa support web teman saya tersebut, dan saya serahkan langsung ke pihak kantor, wal hasil ternyata dari pihak kantor lama tidak memberikan respon, karena itu saya ambil keputusan, ditransfer dahulu webnya di server saya, dan jika web mereka sudah kembali normal akan saya kembalikan ke posisinya.
Tidak menyangka dari pihak kantor lama malah menuduh saya mengambil account tersebut, padahal kalau saya mengambil account saya yang rugi, karena kapasitas server saya digunakan oleh klien orang lain dan dia tidak dikenakan biaya apapun, saya naik pitam ketika pimpinan perusahaan tersebut secara implisit mengatakan seakan-akan saya mengambil account tersebut, padahal jelas-jelas pihak klien sebelumnya sudah meminta support ke sana ternyata tidak mendapatkan respon yang diinginkan, dengan nada tinggi, saya langsung menyatakan bahwa account tersebut akan dikembalikan, dan saya konfirmasi dengan kliennya yang juga merupakan kakak kelas saya waktu duduk di bangku kuliah dulu, bahwa dimasa yang akan datang saya bukannya tidak mau membatu tapi kalau terjadi masalah adalah urusan pihak kantor, bukan saya lagi. Memang sekarang susah sekali untuk berbuat baik, kita membantu orang lain supaya webnya bisa diakses sementara waktu karena server induknya sedang suspen, malah disangka yang bukan-bukan, mending kejam sekalian, tidak usah bantu dan urus-urusan masing-masing.
Ternyata berbuat baik itu sulit.




