Pak Harto Tutup Usia
Telah Meninggal dengan damai Alm. Mantan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Hj. Muhammad Soeharto, di Rumah Sakit Pusat Pertamina Pukul 13:10, dengan ini negara Indonesia menyatakan berduka cita dan kehilangan satu putra terbaik Indonesia yang telah memimpin negara ini selama 32 tahun. Selama 7 hari sejak tanggal 27 Januari hingga 4 Februari 2008 dinyatakan sebagai hari Berkabung Nasional.
Alm. Pak Soeharto yang dikenal sebagai bapak pembangunan ini, telah membuat banyak orang bersimpatik dan memberikan doa kepada Pak Harto selama beliau masih dirawat di RSPP sejak 4 Januari lalu, selama 24 hari Pak Soeharto dirawat, kondisi beliau selalu dalam keadaan kritis, sangat kritis, membaik, hingga paling kritis dimana fungsi otak dan pencernaannya dinyatakan tidak dapat berfungsi kembali sampai beliau meninggal pada pukul 13:10.
Pak Soeharto yang selama ini selalu luput dari dakwaan hukum yang diterima Pak Soeharto atas penyelewengan-penyelewengan yang terjadi saat Pak Soeharto masih memimpin negara ini, karena kondisi kesehatan Pak Soeharto yang terlihat sakit dibeberapa kesempatan, membuat proses hukum Pak Harto terhambat. Yang perlu digarisbawahi, bahwa banyak rakyat kecil yang telah merasakan zaman kejayaan Pak Harto, lebih menyanjung beliau dibandingkan dengan Presiden Indonesia yang lainnya, layaknya Pak Soesilo Bambang Yudoyono di kabinet Indonesia Bersatu. Sejak Pak Harto masuk di rumah sakit, buku-buku Pak Harto banyak diburu masyarakat luas bahkan harganya bisa melambung tinggi, konon malah mengalahkan ketenaran Buku Harry Potter yang ketujuh versi Indonesia yang diluncurkan 13 Januari lalu.
Siapa mengira kondisi Pak Harto yang dinyatakan sudah membaik dan sudah bisa mengkonsumsi bubur tanggal 26 Januari lalu, malah pada tanggal 27 Januari malah semakin kritis bahkan dinyatakan paling kritis dibandingkan kondisi sebelumnya. Zenazah Pak Harto sampai dirumah duka sekitar pukul 14:50 WIB yang sudah dipenuhi barigade pengamanan ketat, karena banyaknya warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Mantan Presiden kedua Indonesia ini. Suasana di Solo pun sebenarnya sudah dipersiapkan untuk kejadian yang terburuk yaitu ketika Pak Harto meninggal, jalan ke kediaman terakhir Pak Harto sejak keadaan Pak Harto dinyatakan kritis pada tanggal 11 Januari lalu telah ditutup untuk umum, untuk mempermudah iring-iringan Pak Harto dan kerabat yang ingin mengantarkan Pak Harto ke kediaman terakhirnya di pemakaman keluarga Astana Giri Bangun, Solo, tepat disamping istrinya.
Sejak malam 26 Januari dinyatakan ada tanda-tanda keburukan di laboratorium padahal kondisi Pak Harto sadar dan bisa mengenali orang disekitarnya bahkan bisa tersenyum, sejak jam tiga pagi dini hari 27 Januari, sistem darah Pak Harto dinyatakan kacau, Hamoglobin Pak Harto Drop dan disertai jantung beliau yang semakin lemah, segala upaya dilakukan untuk kembali membangkitkan fungsi-fungsi organ tubuh Pak Harto, tetapi ternyata takdir berkata lain, hal ini disebabkan penggumpalan darah yang di beberapa organ tubuh sehingga terjadi pendarahan yang membuat kondisi Pak Harto semakin memburuk dan keluarga dapat mengerti tentang keadaan Pak Harto yang semakin memburuk dan siap dengan keadaan terburuk yang mungkin terjadi.
Secara inti Multi Organ Failer dinyatakan sebagai penyebab dari kematian dari Pak Harto. Pak SBY membatalkan pembukaan konferensi Anti Korupsi di Nusa 2 Bali, karena adanya kejadian luar biasa ini, sesaat dari iring-iringan Pak Harto memasuki Cendana, Pak SBY menuju ke kediaman rumah Pak Harto. Pak SBY memberikan pernyataan beberapa menit dan penghormatan terakhir dan diringi doa untuk menyertai kepulangan Pak Harto kembali di sisi-Nya, di istana Negara sesaat setelah Pak Harto dijatakan meninggal.
January 31st, 2008 at 11:00 am
Saya memang cuma wanita berumur 14 tahun.
Saya juga tak tau banyak tentang Pak Harto.
Mungkin cuma disini saya bisa mengeluarkan opini “anak - anak” saya walaupun hanya dianggap omong kosong belaka.
Pak Harto hanya manusia biasa yang banyak mempunyai keterbatasan dan kekurangan. Begitu juga dalam pemerintahannya. Dimata penentangnya, mungkin Soeharto dianggap pemerintah yang mengacaukan RI. Tapi, kalau kita juga manusia, kita juga harus mengerti keterbatasan seseorang. Pak Harto ditinggal mati oleh Ibu Tien, sosok wanita pendamping Pak Harto yang sangat mensupport beliau. Di lain sisi ia ditinggalkan oleh anggota kabinetnya hingga pemerintahannya lengser. Apakah beliau belum cukup menderita? Kalau kalian ingin menuntut perkara beliau ke pengadilan, bagaimana kalau kalian mengembalikan jasa - jasa beliau?? Kalian menuntut keadilan… Jadi, lebih adil kalau kalian mengembalikan jasa - jasa beliau dan kalian bebas menuntut beliau… Saya memang masih kecil, tapi saya mengetahui penderitaan beliau… Dan saya bertekad bahwa ialah sosok bapak pembangunan kita yang “SEMPURNA”.. Dan saya tau, dalam hati kecil kalian, kalian mengetahui bahwa dari semua orang yg pernah menjabat menjadi presiden, hanya Soeharto lah yang paling baik pemerintahannya…