Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/constweb/public_html/portfolio/wp-includes/cache.php on line 99

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/constweb/public_html/portfolio/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/constweb/public_html/portfolio/wp-includes/theme.php on line 576

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/constweb/public_html/portfolio/wp-includes/cache.php:99) in /home/constweb/public_html/portfolio/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
Be Professional Every Day || Flash Site, Free Tutorial PHP, CMS with PHP, making CMS, Design, Flash, Game with Flash, Making Game with Flash, Animation, Cartoon Caracter, Solution For AnyOne http://portfolio.constantio.web.id The Ordinary Girl Blogging... Wed, 05 Nov 2008 05:05:00 +0000 http://wordpress.org/?v=2.5.1 en Hollywood Meriang, Asia Berjaya http://portfolio.constantio.web.id/2008/10/26/hollywood-meriang-asia-berjaya/ http://portfolio.constantio.web.id/2008/10/26/hollywood-meriang-asia-berjaya/#comments Sun, 26 Oct 2008 20:23:05 +0000 Constantio http://portfolio.constantio.web.id/?p=218 Anda pasti sudah tau dengan perkembangan film Hollywood, film-film yang diproduksi oleh Amerika ini telah merajai dunia dengan cepat dan menjadi industri yang ikut serta dalam pembangunan negaranya. Dengan gaya film yang dituangkan berhasil mencangkup keinginan masyarakat dunia, berlomba untuk bisa menonton film-film yang telah rilis untuk mengetahui isi cerita, dan mereka berhasil menciptakan penonton hidup dalam dunia film yang mereka tonton.

Hal ini memang tidak untuk semua film yang telah diproduksi oleh mereka. Dengan adanya krisis moneter yang melanda Amerika, sebenarnya menambah kekhawatiran mereka dengan invasi film-film mereka di Asia. Dengan pangsa pasar film yang sudah harus menunggu, alias antri di jajaran film Bollywood yang berkembang di negerinya sendiri, India sampai beberapa negara Asia lainnya yang juga menggemari film ini. Dari cara mereka yang menarik dengan melempar stir ke film drama percintaan, dari film-film action, membawa mereka menjadi pasar film yang juga diperhitungan, awal kesuksesan yang manis, ketika film Kuch Kuch Hota Hai yang mengharu biru, berhasil membuat image film Bollywood berubah dan berhasil juga menjadi totonan wajib bagi Inggris yang menjadi sasaran film-film Bollywood untuk lokasi film mereka.

Hollywood kembali harus menggigit jari ketika film-film mereka pun harus antri dijajaran bioskop film indonesia, selain harganya yang relatif mahal, perfilman Indonesia yang semakin menggeliat, membuat film-film Hollywood hanya bisa dinikmati beberapa saja dalam satu bulan, berbeda di tempat produksinya. Saat ini kita juga bisa melihat film-film mereka sudah mulai me-remark dari film-film Asia, lebih tepatnya untuk jenis film horror, yang sudah terkenal menyeramkan dan berhasil menyedot penonton film horror, dibandingkan dengan produksi film horror mereka yang "Tidak Nyata", tetapi walaupun telah dikemas dengan baik, film-film daur ulang ini pun tak bisa menyaingi film pertamanya yang telah nyangkut dihati penikmat film.

Kita ambil contoh Shutter, The Eye, film remark ini merupakan kegagalan mereka yang kembali terulang, tapi bersyukur mereka menempatkan Jessica Alba pada film tersebut . Setelah film, mereka pun harus bisa mengalah dengan Sinetron Indonesia yang kini lebih banyak memenuhi layar televisi dibandingkan dengan serial televisi mereka ataupun opera sabun yang biasanya menghiasi tayangan mesin kotak empat tersebut. Lain Indonesia, lain juga korea, setelah sukses menghasilkan julukan "Korean Drama" ini, dia pun berhasil membuat pasarnya sendiri di Asia, dan kini merambah lebih luas. Kesuksesan drama seri Princess Hour (Goong) pun memicu produksi mereka mendunia. Hollywood semakin khawatir dengan invasi besar-besaran produksi drama seri Korea ini yang diproduksi masal, dan juga berkualitas. Kita bisa lihat bagaimana drama Korea ini diadaptasi ke dalam sinetron-sinetron kita. Merekapun dengan mudah mendepak invasi drama seri Taiwan yang dulu pernah merajai Indonesia dengan drama yang paling disukai oleh kaula muda, yaitu Meteor Garden.

Sebuah keberhasilan dari sebuah kerjasama dan berusaha terus untuk menjadi yang terbaik, merupakan hal paling diinginkan. Bagaimana film-film Asia menjadi raja di regionalnya sendiri, ini merupakan sebuah keberhasilan buat kita semua, karena nilai-nilai budaya Asia bisa ditampilkan dalam film, menciptakan kecintaan kepada produksi film sendiri, dan semakin memacu perfilman itu sendiri. Dan biarkan Amerika terus meradang, dan film-film kita tetap berjaya. Biarkan Hollywood itu meriang, dan Asia berjaya :P.

]]>
http://portfolio.constantio.web.id/2008/10/26/hollywood-meriang-asia-berjaya/feed/
2008 diwarnai hebohnya Laskar Pelangi http://portfolio.constantio.web.id/2008/10/13/2008-diwarnai-hebohnya-laskar-pelangi/ http://portfolio.constantio.web.id/2008/10/13/2008-diwarnai-hebohnya-laskar-pelangi/#comments Mon, 13 Oct 2008 23:28:05 +0000 Constantio http://portfolio.constantio.web.id/?p=216 Siapa sangka berdasarkan kisah yang dipaparkan oleh Andrea Hirata yang sangat mengagumi Bu Muslimah, menjadikannya penulis novel paling disorot saat ini, buah karya yang dihasilkannya, Laskar Pelangi merupakan novel paling fenomenal, hingga Riri Riza bersedia mengangkatnya ke layar kaca. Walaupun ada hal-hal yang masih dianggap kurang dari apa yang diangkat, tapi perlu kita acungi jempol, setidaknya film juga tidak bisa menterjemahkan isi novel secara keseluruhan, dimana satu rol filmpun tidak akan memuat seluruh isi cerita dalam novel tersebut bukan?

Cuplikan Film:

 

 

Apa yang menyebabkan sebuah cerita sedehana seorang Andrea begitu membukau, intinya adalah sebuah ketulusan pemaparan yang disampaikan, cerita yang dialaminya sendiri, baik suka maupun duka, bagaimana sebuah hiburan dan seni tercipta secara bersamaan, "Saya bukan pujangga", begitu Andrea menegaskannya beberapa kali, sama seperti puisi saya Aku bukan seorang Pujangga, bagaimana seorang yang bisa menciptakan sebuah karya fenomenal masih berendah hati mengatakannya, dan dia binggung sendiri bisa melihat kesuksesan film yang di ramu oleh Riri Riza akan sebagus hasilnya yang kita tonton di bioskop-bioskop.

Film yang juga memberikan pencerahan untuk kehidupan kita, setidaknya bagus untuk konsumsi orang kota yang terlalu hidup Urbanis, dan metropolis yang perlu melihat ke bawah dan merenungi, bahwa banyak diantara masyarakat Indonesia ini masih harus berjuang lebih untuk bisa meraih cita-citanya, bahkan harus berjuang dengan lebih keras, walaupun banyak disekeliling mereka dapat membantu, hanya bisa menjadi penonton setia, menunggu kapan ceritanya berakhir.

Ini sebuah perjuangan yang harus diresapi para pendidik di Indonesia sekarang ini, berapa banyak orang seperti bu Muslimah?, berapa banyak mereka yang bisa mengabdikan dirinya secara tulus untuk mendidik bangsa ini?, tanpa harus memikirkan berapa yang mereka dapatkan setelah mereka mendidik anak-anak ini. Jangan salah banyak sekali orang-orang pendidik kita yang mulai sukses dan juga lupa tentang bagaimana mengabdikan diri lewat hatinya bukan lewat berapa yang saya akan hasilkan. Setidaknya Allah akan memberikan balasan yang setimpal nantinya dari apa yang pernah kita berikan.

Masih ingat Presiden dan jajarannya Nobar untuk bersama-sama melihat hebohnya Laskar Pelangi, atau mungkin beliau mendengar himbauan saya di pembahasan lalu? , semoga saja, karena ini yang harus mereka lihat, mereka resapi, bahwa Pe-er mereka masih banyak, bukan melihat hanya sekedar industri film sudah memberikan sumbangsih yang besar pada negeri ini sejak tahun 2002, atau bahkan memuji para senias film yang makin memarakkan perkembangan entertainment di Indonesia, tapi juga pe-er tentang pengentasan kemiskinan, yang sekarang menjadi PE-ER besar, dan juga menciptakan pendidikan murah yang semakin jauh saja dari jangkauan walaupun sudah ada BOS (Bantuan Operasi Sekolah) yang diberikan pemerintah, tapi tahukah bahwa penyelewengan-penyelewengan masih berjalan bebas, lenggang kangkung sambil tertawa diatas penderitaan para murid miskin ini?.

Negara ini besar, kaya dan mungkin kalau saja pemimpinnya bisa lebih memanage pemerintahannya lebih baik, dan bisa menyadarkan masyarakatnya, tidaklah mungkin kita bisa menjadi negara super power lebih dari Amerika yang sumber daya alamnya sangat kecil dibandingkan kita. Yang kita lihat di film ini juga bagaimana kita boleh bermimpi, boleh sampai setinggi langit, tapi setidaknya kita tidak hanya bisa bermimpi, tapi juga harus bisa menjadikannya nyata, makna-makna sosial dan estetika dirangkum dalam sebuah cerita film yang menghebohkan tahun ini, walaupun film serupa pernah ada, yaitu Denias.

Kalau kita selidiki, film-film sederhanalah yang bisa menyedot antusias masyarakat, bahkan bisa menjadi film terbaik dalam tahun penayangannya. Kesederhanaan, realita, perjuangan, dan ketulusan masih menjadi point penting dalam dua film anak-anak ini. Kita berharap saja kehebohan yang terjadi bukan berhenti begitu saja, dan senias film kembali berkutat pada film-film horor atau komedi, tapi juga memberikan warna baru, terbukti malah jenis film ini lebih menyedot penonton bahkan sudah memecahkan rekor dibeberapa hari penayangannya.

]]>
http://portfolio.constantio.web.id/2008/10/13/2008-diwarnai-hebohnya-laskar-pelangi/feed/
Laskar Pelangi yang Memukau, Film Terbaik Sepanjang Tahun http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/28/laskar-pelangi-yang-memukau-film-terbaik-sepanjang-tahun/ http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/28/laskar-pelangi-yang-memukau-film-terbaik-sepanjang-tahun/#comments Sun, 28 Sep 2008 13:39:04 +0000 Constantio http://portfolio.constantio.web.id/?p=215 Satu lagi film yang diangkat dari novel yang telah menjadi best seller dan fenomenal dari Andrea Hirata, menggambarkan kehidupan pelik anak-anak miskin Belitung yang terus menggantungkan cita-citanya lewat pendidikan murah di sebuah SD Muhammadiyah Belitong, sekolah Islam pertama dan satu-satunya di salah satu kota terkaya di Indonesia.

Laskar Pelangi merupakan pencerminan sebuah perjuangan anak-anak miskin yang ingin tetap mewujudkan mimpinya menjadi nyata, bersama membangun image sekolah mereka kembali yang tidak pernah ada adik-adik kelas mereka sejak kesepuluh anak paling mengagumkan itu telah menyelamatkan sekolah tersebut yang terancam di tutup, Harun, seorang anak yang telah menjadi anak paling berjasa karena telah membuat sembilan anak lainnya tidak kecewa untuk kembali pulang dengan harapan yang kandas untuk sekolah.

Perjalanan guru-guru disini pun ditampakkan, bagaimana semuanya dilakukan dengan ikhlas dan penuh ketulusan, walaupun apa yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan kebutuhan yang merong-rong mereka, tujuan mereka hanya satu, "Membuat anak-anak miskinpun berhak untuk mendapatkan pendidikan", saya melihat bahwa kunci inilah yang coba di urai dengan kisah perjalanan yang membukau dan mengharukan, dan diselingi kisah cinta Ikal dengan A Ling yang disuguhkan dengan lucu, khas cinta monyet yang membuat kita tak henti berdecak kagum, bagaimana cerita begitu sederhana bisa membawa kita terbuai, larut kedalamnya.

Tak lupa ajaran-ajaran agama Islam yang disuguhkan terselip dalam beberapa adegan dengan implisit yang tertata dan bagus untuk disuguhkan sebagai film pelengkap liburan anak Anda semasa liburan lebaran ini. Anak-anak kita yang hidup di perkotaan, yang serba kecukupan, atau bahkan begitu menyepelekan arti pendidikan, perlu dijejali film ini, sebagai pendorong semangat bagaimana mereka harus terus menggantungkan cita-cita mereka setinggi langit dengan segala daya upaya untuk mewujudkannya.

Tapi terkadang apa yang kita lakukan tidak seperti kenyataan yang digariskan, Lintang salah satu anak paling cerdas diantara Laskar pelangi ini, harus meninggalkan bangku sekolahnya, setelah memenangkan Lomba Cerdas Cermat, karena ayahnya telah meninggal dunia, dan dia harus menggantikan posisi ayahnya untuk menghidupi adik-adiknya. Sebuah polemik yang kita tidak inginkan, setidaknya saya berharap Lintang bisa menjadi manusia berhasil dimasa datang, tapi dia memang telah berhasil, karena dia berhasil membuat Ikal bisa meraih cita-citanya atas dorongan Lintang, dan menularkan semangat belajarnya kepada anak perempuannya.

Memang semua orang tua tidak menginginkan anak-anak mereka hanya bisa seperti mereka, hidup dalam kesusahan, tidak berpendidikan, mereka berupaya untuk menjadikan anak-anaknya lebih baik dikemudian hari, tapi apa yang kita dapatkan kenyataan di kota-kota besar, mungkin hanya segelintir orang tua seperti itu, contohlah Jakarta, bagaimana exploitasi orang tua kepada anak-anak tampak semakin jelas dan semakin banyak, anak-anak dijadikan media pengganti orang tua untuk mencari nafkah.

Inilah Indonesia wahai saudaraku, film mungkin bisa saja membuat kita tercerai berai air mata, berdecak kagum, terharu, bahkan terpingkal oleh ulah anak-anak Laskar Pelangi dan perjuangan Bu Muslimah (Cut Mini), Pak Harfan (Ikranagara) yang memacu ardrenalin kita untuk membuat Indonesia lebih baik, tapi apa yang kita hadapi sekarang lebih pelik dari sebuah cerita yang membukau, perjuangan yang mengharu biru, warna hidup yang suram. Warna Indonesia sudah lebih parah dari itu, mungkin saya menyarankan film ini menjadi tontonan wajib para petinggi negara, ya kalau bisa NOBAR seluruh anggota MPR, DPR, mentri hingga Presiden, duduk bersama meresapinya, dan coba merefleksikannya dengan kenyataan Indonesia yang ada saat ini, sudah tercapaikan cita-cita UUD 1945 untuk mencerdaskan seluruh bangsa Indonesia, dan adakah perlindungan hak anak yang ada di Indonesia sudah sesuai dengan cita-cita negara kita, dari pada mereka sibuk memperkaya diri, menjejali mulut mereka dengan uang, membuat perut mereka semakin buncit dengan kandungan ulat haram yang siap meledak di hari pembalasan, atau sibuk dengan urusan politik yang berputar tak berujung.

Tapi dari semua film Indonesia yang diputar di bioskop-bioskop tahun ini, Laskar Pelangi merupakan film terbaik sepanjang tahun 2008, dan seharusnya film seperti inilah yang diangkat dan di tuangkan di big screen Indonesia, bukan cerita Urban dan Horror, bahkan percintaan dengan model yang sama. Dengan balutan budi pekerti, nilai-nilai agama yang bisa menjadikan masyarakat film lebih cerdas dari sekarang.

]]>
http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/28/laskar-pelangi-yang-memukau-film-terbaik-sepanjang-tahun/feed/
Dunia Bahas Dunia IT, Indonesia Bahas Urban Lifestyle http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/22/dunia-bahas-dunia-it-indonesia-bahas-urban-lifestyle/ http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/22/dunia-bahas-dunia-it-indonesia-bahas-urban-lifestyle/#comments Mon, 22 Sep 2008 00:24:25 +0000 Constantio http://portfolio.constantio.web.id/?p=214 Industri perfilman kita makin mengeliat, tapi seperti yang saya ulas di artikel saya yang lalu, fenomena perfilman sepertinya balik ke era jaman Warkop yang doyan menghumbar aurat dan gaya hidup perkotaan dengan aroma HARAM yang kuat.

Fenomena dunia malah mulai meninggalkan itu, dengan dunia IT yang semakin berkembang, film-film dunia menggunakan teknologi ini dengan baik, bahkan menampilkannya secara visual dengan baik dan pas. Ingat bagaimana cerita tentang Die Hard 4.0, yang hampir membuat saya sangat shock, bagaimana film ini betul-betul menonjolkan begitu pentingnya teknologi dalam kehidupan manusia, dibandingkan film-film yang mengungkapkan tentang drama konyol, berbalut komedi cinta yang norak dan menghumbar aurat, tapi UPS, hal ini tak bisa kita pungkiri masih menjadi LEVEL 1 dari jajaran film di Indonesia.

Tapi tentu gak berlaku bagi mereka yang cukup cerdas dalam memilih film, atau bahkan bagi Anda yang suka dengan perkembangan teknologi, penuh imajinasi hebat, dan haus dengan visual efek yang keren, Untraceable memberikan sesuatu yang tak kalah menarik, dengan ulasan yang harus dicerna dengan baik ketika Anda menontonnya, tapi dia juga memberikan informasi kejahatan melalui dunia IT, bagaimana film ini membuat orang harus menyaksikan kematian orang lain demi membalaskan dendam sang psikopat yang sekaligus pemilik situs dan paham dengan IT dengan sangat baik, sayangnya kebohongan dia terekam diakhir cerita yang membuat orang menyayangkan hilangnya banyak nyawa karena kebohongannya tentang pengunjung situs yang dia tingkatkan secara fiktif.

Lalu film-film berat yang menyentuh dengan pantas, bahkan di Indonesia sekalipun, The Dark Knight, bagaimana film ini begitu cerdas untuk memaparkan isi cerita dengan efek yang luar biasa, dimana dunia perfilman kita masih sibuk dengan balutan cerita drama komedi ala Urban dan sibuk mencari pemain yang mau menjadi sasaran untuk objek seks yang bagus. Indonesia betul-betul harus berkaca dengan ribuan layar plus-plus untuk bisa menghasilkan film-film bagus bahkan untuk sekelas Casper sekalipun.

Walaupun begitu industri film di luar negeri yang memang semakin pesat, kita disuguhkan dengan beberapa film yang juga mencerita kehidupan percintaan, politik, kekerasan, fantasi, bahkan science fiction yang beragam. Meskipun ada beberapa yang saya nilai memiliki rating jelek bahkan saya berfikir, apakah mereka terlalu cerdas untuk membuat film sehingga terlalu bodoh dengan membuat film tak bermutu. Yang membuat saya begitu makin menyukai film-film berbau teknologi di semua jenis film yang ditampilkan, adalah mereka pas memaparkannya, walaupun hanya lewat sebuah rekaman handphone sekalipun.

Benar-benar menjadi Pe-er buat kita, sebagai negara penghasil film yang sudah bisa dikatakan lumayan di kawasan Asia, walaupun kita masih kalah dengan produksi film India, Korea, Cina, dan Jepang yang masih merajai dunia perfilman Asia. Ok satu hal lagi, karena film Indonesia juga belum di ekspor agar pantas untuk menjadi tontonan negara lainnya. Kecuali Malaysia yang kini semakin terancam juga dengan banyaknya film-film Indonesia bertebaran di bioskop-bioskop kota mereka. Tapi saya masih ingat ketika ajang JIFFEST tahun lalu, QUICKIE EXPRESS tidak bisa diterima di Malaysia karena jenis filmnya tidak pantas masuk ke negeri Jiran yang memegang nilai-nilai agama Islam dengan kuat. But wait, bukannya penduduk beragama Islam di Indonesia lebih banyak, dan bukannya Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Islam nomor wahid di dunia, tapi kok malah memproduksi film-film jenis ini. Lagi-lagi jawaban klasik yang kita dapatkan, "karena Indonesia, negara fleksibel dan lentur".

Tapi kita tak cukup lentur untuk membuat film-film cerdas dengan isi manusia-manusia luar biasa. Dan apakah benar pendapat beberapa orang yang menyatakan "orang Indonesia yang benar-benar cerdas sudah habis, karena mereka lebih banyak hengkang dan mencoba peruntungan di negara yang lebih bisa menghargai otaknya", dibandingkan sebuah sandungan dengan prinsip dan konsumsi pasar?

Ini bukan Pe-er untuk para pembuat film, pengamat film, tetapi semua untuk lebih kritis dalam memberikan statement agar kita tak lagi makin terpuruk dalam balutan film Urban yang makin marak.

]]>
http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/22/dunia-bahas-dunia-it-indonesia-bahas-urban-lifestyle/feed/
Sinetron melupakan nilai-nilai pendidikan http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/11/sinetron-melupakan-nilai-nilai-pendidikan/ http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/11/sinetron-melupakan-nilai-nilai-pendidikan/#comments Thu, 11 Sep 2008 21:00:50 +0000 Constantio http://portfolio.constantio.web.id/?p=212 Sinetron, ladang uang untuk para pelakon di industri televisi di Indonesia, bahkan sinetronpun sudah ada yang di export ke luar negeri, walau terbilang tidak merambah jauh ke belahan dunia tertentu, hanya negara tetangga, yaitu Malaysia, tapi dibalik itu semua, hanya segelintir saja yang menyukai sinetron, siapa mereka, tak lain dan tak bukan adalah ibu-ibu rumah tangga.

Tetapi kemudian sinetron ini menjadi lebih marak dan memenuhi setiap sudut televisi disaat yang bisa dikatakan "WAKTU STRATEGIS" untuk ditayangkan, tetapi kemudian keragamannya tidak seperti dulu, semua berpusat pada suatu garis yang sama, KEKAYAAN, DENGKI, IRI HATI dan KEJAHATAN. Fenomena apa ini, apa karena sebagian PH yang memproduksi sinetron berasal dari negeri Taj Mahal yang memang memiliki garis cerita film yang notabeni sama dengan apa yang diterapkan di negeri tercinta ini.

Kebetulan saya banyak bergaul dengan orang pendidikan, dan mereka banyak mengeluh tentang sinetron-sinetron saat ini yang sudah melenceng jauh dari sentuhan yang mendidik, setidaknya sinetron-sinetron yang ditayangkan juga menjadi konsumsi anak-anak yang memang tidak dikontrol, atau dibiarkan orang tuanya untuk menontonnya. Mereka mengeluhkan tentang "budaya" yang diangkat oleh sinetron-sinetron yang berkembang saat ini. Masih ingatkah Anda tentang teguran penayangan "Upik Abu dan Laura" yang mendapat kecaman hebat, hingga akhirnya sinetron ini di format ulang dengan mengikuti aturan dan tidak memberikan efek "kekerasan" seperti yang ditayangkan sekarang, walaupun malah sama "WUEDAN"-nya dengan sebelumnya.

Nah sekarang kita lagi dibanjiri dengan sinetron-sinetron religi menyambut bulan suci Ramadhan, yang masih tetap saja membawa ala INDIA didalamnya, padahal untuk film dan sinetron India pun tidak separah di Indonesia. Para pendidik, terlebih guru-guru SD sangat menyayangkan dengan penayangan sinetron yang "DIKONSUMSI" oleh anak-anak, dan contoh yang lebih kacau lagi adalah sinetron "CINTA SMU" yang sedang digandrungi karena tokoh Baim didalamnya, tapi apa yang membuat sinetron ini menjadi bahan BLACKLIST saya yang paling parah, yaitu sinetron ini merupakan sinetron pembodohan massal, ambil contoh episode dimana BAIM jadi ketua RT, yang saya gak habis pikir, penulis skenario itu lagi gak ada ide, atau memang sudah tidak ada bahan ide yang lebih gila lagi dibandingkan itu?.

Benar-benar sinetron kita sudah tidak lagi memberikan greget yang bisa membuat masyarakat kita lebih cerdas lewat tayangan televisi, bagaimana masyarakat kita akan lebih cerdas dan pintar, jika selalu saja diwarnai dengan sinetron yang penuh dengan bumbu intrik, syirik, kekerasan, kekayaan, dan kekonyolan yang tidak masuk akal.

Masih ingat dengan Munajah Cinta yang hampir para ustad kondang ikut angkat bicara ketika sinetron ini ditayangkan?, awalnya saya pikir pencerahan yang baik, ternyata saya simak, ditengah-tengah cerita hingga akhir sinetron ini mulai sinetron ini menjadi SINETRON ALA INDONESIA yang menjadikannya biasa.

So… bagaimana jika kita mulai membuat film dan sinetron yang lebih bermakna seperti jaman-jaman dulu saya masih duduk di sekolah, seperti sinetron "SITI NURBAYA" yang menjadi favorit saya, selain ceritanya yang membawa nilai-nilai kultural yang kental, juga kita mendapatkan beberapa pengetahuan menarik tentang budaya yang ada di negeri ini, dan juga sinetron "Si Doel Anak Sekolahan" yang benar-benar bisa merangkul semua lapisan masyarakat dan dekat dengan masyarakat.

]]>
http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/11/sinetron-melupakan-nilai-nilai-pendidikan/feed/
URBAN or RELIGION??? http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/10/urban-or-religion/ http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/10/urban-or-religion/#comments Wed, 10 Sep 2008 11:12:03 +0000 Constantio http://portfolio.constantio.web.id/?p=211 Siapa orang di dunia ini yang tidak menyukai film, Anda pasti juga menyukainya, film merupakan sebuah hiburan yang telah menemani masyarakat dunia dengan jenis dan keragamannya, yang kemudian nama bekennya adalah GENRE, tetapi jenis manakah yang anda sukai? drama, action, fiction, science fiction, fantasy, religion atau bahkan yang lagi banyak digencarkan di dunia perfilman Indonesia adalah genre URBAN dibalik tameng Comedy?

Saya sangat senang ketika film-film berbau Islam mulai melanda rancah negara Indonesia yang mayoritas Islam, memberikan penyegaran kepada masyarakat yang sudah kering dengan siraman-siraman Islami dari sebuah LAYAR besar di bioskop-bioskop, sebut saja Ayat-ayat Cinta sebagai film Islam yang diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia dan juga beberapa belahan negara Asia seperti Malaysia, dan Brunei Darussalam. Sebenarnya dulu sudah ada film yang digarap oleh Dedi Mizwar, yang kita kenal dengan Kiamat Sudah Dekat, tapi gaungnya memang tidak seperti AAC yang digandrungi oleh masyarakat kita terlebih anak-anak muda, ada yang suka dengan karakter pemainnya, alur cerita atau bahkan karena ngefans sama pemainnya.

Dibalik itu film ini juga memiliki kontra versi sendiri, saya beberapa hari yang lalu sempat membahasnya dengan salah satu teman yang sedang berada di Thailand, dia menceritakan keburukan AAC dari sudut pandang dia yang menyebutkan AAC menjelekkan Islam dari segi TA’ARUF-nya, tapi mungkin ini akan saya sampaikan dilain kesempatan, lalu bagaimana dengan penerus AAC sendiri? seperti biasa Indonesia selalu membuat film yang ber-genre sama jika jenis film itu ada yang pernah sukses sebelumnya, contohnya seperti Kun Fayakun, Mengaku Rasul, Sesat, yang mencoba mendulang sukses dengan mengambil tema yang sama, walhasil AAC tetap menjadi unggulan, ya seperti biasa, film pertama yang sudah sukses, akan sulit diikuti dengan film-film berikutnya yang mengambil tema yang sama kecuali, film tersebut memiliki sequel yang tidak jarang akan melewati kepopuleran film pertamanya.

Indonesia sekarang sedang dijejali dengan tiga jenis film HORROR (klasik, karena jenis film ini semakin banyak sejak tahun 2007), Comedy dan Regilion. Tapi bagaimana dengan film-film komedi yang mengocok perut, apakah masyarakat menyukainya? Ya ini tidak akan diragukan lagi, masyarakat membanjirinya, jika komedinya memiliki makna penting dan bisa memberikan khasanah baru ke perfilman Indonesia mungkin saja bisa diterima, tapi bagaimana dengan film-film URBAN yang dibalut dengan tameng Comedy?

Film-film ala metropolitan, dengan lifestyle yang selalu saja dibumbuhi dengan kehidupan "HARAM" ditayangkan dengan "Baik" dan "Menghibur", tapi tahukah, bahwa tiada batasan bagi siapa saja yang menonton di bioskop kita, sebut saja film XL, ML?, Mau Lagi, Drop Out (DO), dan yang paling baru ASOY GEBOY , fenomena film "Dewasa" ini bebas di konsumsi oleh anak-anak remaja atau kecil yang belum pantas menontonnya, dan bagaimana film ini menampilkan adegan syur yang membuat para penikmat film jenis ini lebih menantikan film lainnya yang menayangkan hal yang sama. Dan saya mencoba memberikan sedikit fakta tentang sebuah riset yang saya lakukan dengan youtube.

Saya mengupload trailer Asoy Geboy di hari perdana penayangannya, dan langsung saja sudah puluhan orang melihatnya, berbeda dengan film DOA YANG MENGANCAM, salah satu film yang baru kemarin (9 September) rilis, saya mengupload trailernya sehari sebelumnya, dan peminatnya sangat sedikit, padahal pemainnya adalah AMING (Namaku Dick, Quickie Express) dan Titi Kamal (Drop Out) yang juga pemain film-film comedy dewasa. Padahal kalau dilihat film ini pas sekali di tayangkan di saat-saat bulan Ramadhan ini, walaupun saya tidak setuju dengan Pengancaman kepada Allah jika doa kita tidak dikabulkan, sah-sah saja jika pendidikan agama dan kandungan agama dalam masing-masing individu yang menonton bisa membedakan antara yang benar dan salah, tapi bagaimana jika ilmu agamanya masih cetek, bisa saja jalan "Pengancaman" akan dihalalkan dan diharapkan mendapatkan indera ke-enam seperti yang di dapat oleh Aming dalam film tersebut.

Dan memang para penulis, pelakon dan orang-orang perfilman Indonesia sudah cerdas dan mahir dalam membuat film, tetapi tidak untuk mencerdaskan msyarakat lewat film. Bahkan banyak sekali penjerumusan yang dilakukan hingga membuat masyarakat menjadi terbuai dalam dunia film yang dia coba lakoni dalam dunia nyata. Orang-orang dunia perfilman mungkin harus sedikit jeli bagaimana mencoba membuat film yang dapat merangkul masyarakat, mendidik dengan baik, dan memberikan makna yang bisa diambil secara lebih gamblang. OK memang, film-film Indonesia selain cerdas, bermakna juga, setiap film yang saya lihat, makna di dalamnya ada, bahkan film-film urban yang juga memberikan gambaran akibat-akibat apa saja yang terjadi dalam kehidupan ala metropolitan mereka, tapi kembali lagi masyarakat memang telah disuguhi rating film yang baru, tetapi bioskop-bioskop kita belum menetapkan siapa saja yang berhak menontonnya, misal apakah Anda pernah diminta menunjukkan KTP Anda di bioskop? sebagai bukti Anda sudah 18 tahun ke atas?

Fenomena film Urban ini juga terjadi di saya sebagai pengelola salah satu web film di Indonesia, bagaimana orang-orang bertanya bagaimana mereka mendownload gratis film-film fulgar seperti DO, ML, XL dan ASOY GEBOY dibandingkan saya tawarkan film Kun Fayakun, AAC:D jawaban mereka akan beragam, "Akh gak asik, gak ada x-nya", "Wah jangan mentang-mentang Ramadhan dong, heheheh", "Wah perlu penyegaran mata soalnya." HALAH…

Nah Anda dipihak mana, URBAN atau RELIGION?

]]>
http://portfolio.constantio.web.id/2008/09/10/urban-or-religion/feed/
Marhaban Ya Ramadhan http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/30/marhaban-ya-ramadhan/ http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/30/marhaban-ya-ramadhan/#comments Sat, 30 Aug 2008 15:23:01 +0000 Constantio http://portfolio.constantio.web.id/?p=208 Alhamdulillah Akhirnya Ramadhan datang kembali. Mohon maaf lahir dan bathin saya haturkan kepada seluruh keluarga, handai taulan, rekan-rekan, sahabat-sahabat saya, dan juga untuk semua fans (halah) dan murid-murid saya, semoga Ramadhan kali ini lancar dan juga memberikan kemulian bagi kita semua. Amin.

Sebuah puisi Ramadhan dan juga design Ramadhan telah saya buat pada tanggal 22 Agustus lalu, tapi baru kali ini saya masukkan ke dalam blog, yang sebenarnya sudah saya sebarkan kepada teman-teman saya di friendster, kapanlagi dan beberapa di fupei.

SUDUT PENANTIAN RAMADHAN

Ada doa seiring malam yang berdendang
Ada tangis dalam pagi yang gemerlap
Ada tawa dalam sore yang datang
dan ada taubat dalam subuh yang menjelang

Aku penari bumi
Lelah dan ingin hening
Rindu pada Ramadhan yang khusyuk
Cinta pada senandung ayat-ayat Al-Qur’an yang beriring

MARHABAN YA RAMADHAN
Masih ada waktu untuk menyambutmu
Tapi hatiku was-was tak terkira
takut tak bisa merangkulmu

Kau begitu dekat
Seakan mudah di lahap
Tapi Allah pemegang jentik waktu
akupun miris jika harus pulang diujung penantian

Harapku Ramadhan kan terjelang
Berjalan membersihkan semua dosaku
Membasuh seluruh raga dengan tarian taubat
Menyejukkan mata dengan tontonan surga
dan memantapkan teliga dengan nyanyian para malaikat

Ada untaian kata maaf untuk semua makhluk
Khilaf yang tercipta
Dosa yang teradakan
dan Cela yang menilakan belanga

Marhaban Ya Ramadhan…
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

]]>
http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/30/marhaban-ya-ramadhan/feed/
Level Complete for Burger Shop Game http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/30/level-complete-for-burger-shop-game/ http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/30/level-complete-for-burger-shop-game/#comments Sat, 30 Aug 2008 15:16:56 +0000 Constantio http://portfolio.constantio.web.id/?p=206 Akhirnya, setelah kemarin bisa menyelesaikan game Diner Dash versi Handphone, kali ini saya telah menyelesaikan semua level yang ada pada game Burger Shop yang saya dapatkan pada acara pelatihan para moderator MGMP Online Pustekkom Diknas RI seminggu yang lalu. Akhirnya terselesaikan walaupun setelah 2 hari mencoba langsung ke level 73, dan kemudian mangdek di level 74 karena kesal dengan kecurangan komputer seperti biasa, tapi akhirnya ketika kakak dan keluarganya datang terisnpirasi HARUS MENYELESAIKAN SEMUA LEVELNYA, awalnya iseng, setelah berhasil ke posisi level 76 saya langsung ngebut untuk masuk kelevel 80. Dan langsung FINISH… THE END OF STORY??? tentu aja gak, karena itu untuk membuka kunci untuk masuk ke level expert…. OMG… ini lebih sulit lagi… but show must go on, ada 80 level lagi yang harus diselesaikan.

Game ini unik dan bisa menjadi pelepas kelelahan dan juga untuk melatih otak saya. Em you guys must try it, setelah MAX PAYNE, QUAKE III yang merupakan game favorite saya untuk kelas berat, Burger Shop merupakan game favorit pertama saya di GAME HOUSE, diteruskan oleh Diner Dash dan Zuma Deluxe.

]]>
http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/30/level-complete-for-burger-shop-game/feed/
Tutorial PHP (GD-Image Kelas ADVANCE) http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/17/tutorial-php-gd-image-kelas-advance/ http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/17/tutorial-php-gd-image-kelas-advance/#comments Sun, 17 Aug 2008 19:57:30 +0000 Constantio http://portfolio.constantio.web.id/?p=203 Setelah sekian lama, akhirnya ada waktu untuk membuat artikel tutorial tentang PHP kembali, dan ini merupakan lanjutan dari artikel saya sebelumnya dan IKC, ini lebih advance dibandingkan yang lalu, karena sistem upload gambar, bukan lagi single upload tetapi multiple upload yang bisa Anda tentukan sendiri berapa banyak gambar yang akan Anda upload.

Artikel ini telah ditayangkan perdana ditempat biasa, yaitu ILMU KOMPUTER, tampat yang paling membuat saya terpacu untuk kembali membuat tutorial, walaupun tutorial saya masih relatif sedikit.

Tapi saya akan menjelaskan sedikit kepada Anda jika Anda sudah mendownload file pendukung dari tutorial ini, yaitu:

<form action="action.php" method="post" enctype="multipart/form-data">
< ? for ($i; $i<10; $i++){ ?>
<input name=”photo[]” size=”30″ type=”file” /><br />
< ? } ?>
<input name=”submit” type=”submit” value=”Upload” />
</form>

Dari kode diatas, disana kita menentukan array dari variable sembarang, saya menggunakan (i) sebagai contoh, dan array tersebut kita tentukan sama 10, dalam artian bahwa kita akan mengupload seluruh gambar, dan jangan lupa untuk mengupload file HARUS menyertakan enctype="multipart/form-data" pada menu form agar file yang Anda upload benar-benar terupload.

Pada menu action.php saya akan menjelaskan kinerja sistemnya lebih lanjut

$PhotoFileName = $_FILES['photo']['name']; // dapatkan informasi nama file
$jumlah=count($PhotoFileName); // jumlahkan berapa banyak file yang dimasukkan
$i=0;
while ($i< =$jumlah){
// membaca file
$TmpFileName = $_FILES['photo']['tmp_name']; // menempatkan file upload ditmp server sementara
// membuat file bisa dibuka dan dibaca
$TempFile = fopen($TmpFileName[$i], "r");
$BinaryPhoto = fread($TempFile, fileSize($TmpFileName[$i]));
$ErrorReporting = error_reporting(E_ALL & ~(E_WARNING)); // lupakan warning yang akan muncul
$SrcImage = imagecreatefromstring($BinaryPhoto); // untuk membuat image
error_reporting($ErrorReporting); // sistem pelaporan jika ada sistem yang error
if (!$SrcImage){
die ("Maaf sistem tidak bisa membaca $PhotoFileName[$i]. Pilihlah file gambar lainnya.");
}
// mendapatkan informasi tinggi dan lebar gambar
$nWidth = imagesx($SrcImage);
$nHeight = imagesy($SrcImage);
// membuat rasio gambar thumbnail secara otomatis dengan lebar 100px atau tinggi 100pixel dilihat dari gambar asli bagian mana yang ukurannya lebih besar
$ratio = max($nWidth, $nHeight) / 100;
$ratio = max($ratio, 2.0);
// tentukan tujuan gambar tersebut dari lebar dan tinggi yang telah ditemukan
$destWidth = (int)($nWidth / $ratio);
$destHeight = (int)($nHeight / $ratio);
// tentukan dimana file tersebut akan diupload
$dir = "images/";
$uploadfile = $dir . $PhotoFileName[$i];
// membuat Thumbnail File
$DestImage = imagecreatetruecolor($destWidth, $destHeight);
$DestTrueImage = imagecreatetruecolor($nWidth, $nHeight);
@imagecopyresampled($DestTrueImage, $SrcImage,0, 0, 0, 0, $nWidth, $nHeight, $nWidth, $nHeight); // resize the image
@imagecopyresampled($DestImage, $SrcImage,0, 0, 0, 0, $destWidth, $destHeight, $nWidth, $nHeight); // resize the image

$BinaryThumbnail = "thumb_".$PhotoFileName[$i]."";
$ThumbDir = $dir.$BinaryThumbnail;
ob_start(); // Memulai capturing file asli
// jika ingin membuat file JPG
@imagejpeg($DestImage,$dir.$BinaryThumbnail,"80");
$BinaryThumbnail = ob_get_contents(); // the raw jpeg image data.
ob_end_clean(); // Dump the stdout so it does not screw other output.*/

if (!$uploadfile) {
die ("Maaf, kami tidak bisa mengupload file : $sPhotoFileName");
} else if (!move_uploaded_file($TmpFileName[$i], $uploadfile)) {
die ("File asli Tidak Terupload");
} else {
echo "Terupload, <a href=\"upload.php\">Kembali ke Upload File</a>";
$i++;
}
}

Code $_FILES merupakan bentuk laporan ke server bahwa akan ada file yang dikirimkan. Anda bisa melihat hasil kodingan tersebut yang sudah saya sediakan dokumentasinya di dalam scriptnya langsung. Tapi yang paling penting adalah, sistem membaca berapa banyaknya file yang diupload dengan aturan ini:


$PhotoFileName = $_FILES['photo']['name']; // dapatkan informasi nama file
$jumlah=count($PhotoFileName); // jumlahkan berapa banyak file yang dimasukkan
$i=0;
while ($i< =$jumlah){
..............
$i++;
}
?>

Selamat mencoba, jika Anda memiliki kesulitan, seperti biasa Anda bisa langsung menghubungi saya lewat email.
File Pendukung:
1. Tutorial
2. Script

]]>
http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/17/tutorial-php-gd-image-kelas-advance/feed/
Polemik ketika terlihat ONLINE http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/17/polemik-ketika-terlihat-online/ http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/17/polemik-ketika-terlihat-online/#comments Sun, 17 Aug 2008 19:33:57 +0000 Constantio http://portfolio.constantio.web.id/?p=202 Beberapa orang bertanya kepada saya “Kenapa Jarang Online” atau bahkan “Sombong amat kalau di YM” em, sebenarnya kalau online sedang kena sindrom malas, apalagi beberapa masyarakat masih menggunakan sistem online melalui YM untuk urusan gak jelas. Padahal belum tentu orang yang di ajaknya bicara memiliki kepentingan yang sama dengannya. Ini yang saya hindari, berbincang untuk urusan yang gak penting, bukan sombong atau apa, tapi bukan jamannya mungkin untuk saya, he3x…

Terkadang masalah yang menjadi polemik adalah, orang menganggap ketika kita dihubungi, kita harus ada, tapi ada hal-hal tertentu yang bisa saja di luar dugaan tentu membuat itu menjadi Tidak bisa dilakukan. Komunikasi di internet merupakan komunikasi yang sedang di gandrungi saat ini, bahkan lebih diantaranya adalah usia muda 15 - 19 tahun.

Lalu bagaimana dengan Anda yang bergelut dibalik meja apakah suka dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan ditengah kesibukan Anda yang luar biasa, seperti:

Hai Apa kabar?
Boleh Kenalan gak

Nah kalau misalnya kita sibuk dan kita diamkan, bisa berakibat seperti ini:

Sombong amat, kaya orang penting lebih-lebih dari presiden deh lo…

And ini adalah korban IGNORE saya. Beda lagi kalau emang cuma sekedar iseng ganggu kerjaan.

Sibuk ya?
Jawab: Yup
Sibuk apa seh?

Nah seharusnya, tidak ada pertanyaan selanjutnya ketika jawaban pertanyaan awal sudah tegas, dengan singkat, padat dan jelas. Nah ini biasanya korban kena saya diamkan sampai dia bosen sendiri. Saya lebih menghargai ketika dia membalas “Ups, maaf mengganggu, silahkan dilanjutkan”, dan tentu jawaban yang diterima akan manis, “Thanks, maybe next time kita bisa lanjutkan.” Andai semua orang bisa seperti itu, namun sayang tidak semua orang bisa sepengertian itu jika kita sudah menjawab “Yup” atau “Ya” ketika pertanyaan “Sibuk?” dilontarkan.

Beda lagi kalau masalahnya urgent, hal diatas bisa disingkirkan dan melayaninya, tetapi kadang kita tidak merasa cukup dengan adanya dua tangan dan satu kepala untuk melayani semua, ok kita ambil sampel kalau untuk masalah penting, seperti konsultasi atau requesting yang biasa dilakukan beberapa teman ke saya, rasanya tetap saja, walau saya berusaha untuk tidak menjawab agar menghindari masalah atau memang berada dalam kondisi tidak bisa menjawab, hal-hal lain akan muncul, seperti:

“Kalau emang sibuk, ngapain Ol”
“Sibuk mulu kapan chatnya neh”
“Sibuk apaan seh, kayanya gak niat ol neh”

Dan akhirnya kalau pun ada orang yang meng-add saya di YM belum tentu saya add balik, karena tergantung dari isi materi pembicaraan yang dilontarkan, kalau just for fun mungkin saya tidak akan add balik, wal hasil akan ada komentar seperti ini:

“kok gak pernah nyapa seh?”
Ya iyalah, secara id Anda tidak tersimpan disaya :D

So maaf buat teman-teman yang pernah menjadi korban DIDIAMKAN atau bahkan yang paling parah DI IGNORE oleh saya. Tidak ada maksud sebenarnya tetapi pahami kondisinya, itu yang terpenting….

]]>
http://portfolio.constantio.web.id/2008/08/17/polemik-ketika-terlihat-online/feed/